Keberhasilan tim nasional Indonesia menembus babak final piala AFF merupakan prestasi yang cukup dan patut mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat pencinta sepakbola nasional, walaupun sebenarnya keberhasilan menembus final piala AFF (dulu sempat bernama piala Tiger, bahkan Indonesia pernah tiga kali menembus final yaitu tahun 2002, 2004 dan 2006) pernah dilakukan sebelumnya. Kini Indonesia sudah menapak babak final piala AFF dan pertandingan final melawan malaysia yang akan segera dilangsungkan pada tanggal 26 Desember 2010 dan 29 Desember 2010 dengan sistem kandang dan tandang, dan apabila kita melihat komposisi tim nasional saat ini ada sesuatu yang berbeda pada piala AFF tahun ini yaitu selain sebagian besar pemain yang bermain adalah muka2 baru, saat ini tim nasional Indonesia juga dihuni oleh pemain yang merupakan hasil dari proses dari naturalisasi yaitu Christian Gonzalez serta satu lagi pemain yang notabene lahir dan besar di Amsterdam Belanda dan baru sebentar saja mencicipi kompetisi Indonesia Super Liga dengan memperkuat Persema Malang dan direkomendasikan oleh Badan Tim Nasional (BTN) untuk memperkuat tim nasional.
Walaupun menimbulkan banyak pro dan kontra akan tetapi akhirnya PSSI melalui BTN tetap melakukan proses naturalisasi (rencananya akan ada lagi beberapa pemain asing yang merumput di kompetisi ISL dan pemain keturunan Indonesia-Belanda yang merumput di luar negeri yang akan di naturalisasi) sebagai jawaban untuk mengangkat prestasi tim nasional yang tak kunjung menuai prestasi di berbagai ajang internasional. Sebenarnya naturalisasi bukanlah sesuatu hal yang baru dalam kancah era dunia per-sepakbola-an saat ini dimana lintas batas suatu negara dengan negara lainnya begitu dekat dan tanpa sekat atau batas sehingga mampu menembus segala batas2 antar negara dengan negara lainnya bukan hanya dalam persoalan tenaga kerja bidang ekonomi akan tetapi juga mencakup persoalan perpindahan atlet olah raga suatu negara ke negara lainnya, terbukti beberapa negara eropa seperti Jerman di ajang piala dunia 2010 telah melakukan naturalisasi terhadap tiga pemain yaitu Samir Khadira, Mezut Oezil, (keduanya adalah pemain keturunan Turki) dan Jerome Boateng (pemain keturunan Ghana) untuk memperkuat tim negara kesebelasan Jerman di ajang tersebut, begitu pula dengan portugal yang telah melakukan naturalisasi terhadap Deco yang notabene adalah warga negara Brasil dan dalam ruang lingkup terdekat yaitu kawasan Asia Tenggara kita sudah melihat Singapura dan terakhir Philipina telah melakukan naturalisasi terhadap beberapa pemain warga asingnya yang bermain di kompetisi Liga Inggris dan Amerika Serikat.
Persoalannya kemudian adalah apakah perlu (baik dalam rencana jangka pendek dan jangka panjang) proses naturalisasi dilakukan oleh PSSI? untuk rencana jangka pendek mungkin ada benarnya artinya naturalisasi terhadap pemain2 dilakukan berdasarkan kebutuhan2 tim nasional Indonesia saat ini dan sebagai bagian dari pembinaan kompetisi dalam negeri, naturalisasi tanpa memperhatikan tujuan dan manfaat jangka panjang akan menimbulkan dampak yang kurang bagus bagi perkembangan sepakbola di tanah air, apalagi kalau kita melihat jumlah penduduk Indonesia yang besar dan banyaknya pemain2 usia muda dari penjuru nusantara yang memiliki bakat dan belum terpantau oleh PSSI untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya.
Harus diakui bahwa Nurdin Halid selaku ketua umum PSSI sebagai induk organisasi tertinggi sepakbola di negeri ini belum mampu mempraktekkan konsep2 organisasi yang ideal seperti tercantum dalam visi dan misinya, pembinaan sebagai ujung tombak lahirnya prestasi timnas belum dilaksanakan sebagaimana mestinya, kompetisi sebagai arena untuk menempa pemain2 Indonesia belum dilaksanakan secara matang dan terkesan hanya di laksanakan sebagai syarat saja, keorganisasian PSSI yang terpusat di Jakarta merupakan salah satu contoh buruk sehingga pengurus daerah di daerah2 tidak diberikan kesempatan secara optimal karena hanya mengikuti intruksi dan kebijakan di pusat.
Reformasi dan restrukturisasi PSSI adalah harga mati dan tidak bisa ditawar2 lagi, gagalnya pembinaan merupakan efek dari tidak optimalnya kinerja organisasi di bawah kepemimpinan Nurdin Halid, gagalnya menciptakan sistem kompetisi yang profesional merupakan dampak dari tidak becusnya para pengurus melaksanakan roda kompetisi, sudah saatnya PSSI merubah diri menjadi organisasi milik rakyat Indonesia bukan organisasi milik pribadi2 atau politisi2 yang mencari uang, kesempatan bagi para pengurus2 daerah PSSI di daerah sebagai pemilik suara dalam kongres PSSI yang akan diselenggarakan tahun 2011 untuk menentukan siapa yang benar2 layak menjadi ketua umum PSSI untuk merubah PSSI ke arah yang lebih baik atau tidak.
readmore »»
Walaupun menimbulkan banyak pro dan kontra akan tetapi akhirnya PSSI melalui BTN tetap melakukan proses naturalisasi (rencananya akan ada lagi beberapa pemain asing yang merumput di kompetisi ISL dan pemain keturunan Indonesia-Belanda yang merumput di luar negeri yang akan di naturalisasi) sebagai jawaban untuk mengangkat prestasi tim nasional yang tak kunjung menuai prestasi di berbagai ajang internasional. Sebenarnya naturalisasi bukanlah sesuatu hal yang baru dalam kancah era dunia per-sepakbola-an saat ini dimana lintas batas suatu negara dengan negara lainnya begitu dekat dan tanpa sekat atau batas sehingga mampu menembus segala batas2 antar negara dengan negara lainnya bukan hanya dalam persoalan tenaga kerja bidang ekonomi akan tetapi juga mencakup persoalan perpindahan atlet olah raga suatu negara ke negara lainnya, terbukti beberapa negara eropa seperti Jerman di ajang piala dunia 2010 telah melakukan naturalisasi terhadap tiga pemain yaitu Samir Khadira, Mezut Oezil, (keduanya adalah pemain keturunan Turki) dan Jerome Boateng (pemain keturunan Ghana) untuk memperkuat tim negara kesebelasan Jerman di ajang tersebut, begitu pula dengan portugal yang telah melakukan naturalisasi terhadap Deco yang notabene adalah warga negara Brasil dan dalam ruang lingkup terdekat yaitu kawasan Asia Tenggara kita sudah melihat Singapura dan terakhir Philipina telah melakukan naturalisasi terhadap beberapa pemain warga asingnya yang bermain di kompetisi Liga Inggris dan Amerika Serikat.
Persoalannya kemudian adalah apakah perlu (baik dalam rencana jangka pendek dan jangka panjang) proses naturalisasi dilakukan oleh PSSI? untuk rencana jangka pendek mungkin ada benarnya artinya naturalisasi terhadap pemain2 dilakukan berdasarkan kebutuhan2 tim nasional Indonesia saat ini dan sebagai bagian dari pembinaan kompetisi dalam negeri, naturalisasi tanpa memperhatikan tujuan dan manfaat jangka panjang akan menimbulkan dampak yang kurang bagus bagi perkembangan sepakbola di tanah air, apalagi kalau kita melihat jumlah penduduk Indonesia yang besar dan banyaknya pemain2 usia muda dari penjuru nusantara yang memiliki bakat dan belum terpantau oleh PSSI untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya.
Harus diakui bahwa Nurdin Halid selaku ketua umum PSSI sebagai induk organisasi tertinggi sepakbola di negeri ini belum mampu mempraktekkan konsep2 organisasi yang ideal seperti tercantum dalam visi dan misinya, pembinaan sebagai ujung tombak lahirnya prestasi timnas belum dilaksanakan sebagaimana mestinya, kompetisi sebagai arena untuk menempa pemain2 Indonesia belum dilaksanakan secara matang dan terkesan hanya di laksanakan sebagai syarat saja, keorganisasian PSSI yang terpusat di Jakarta merupakan salah satu contoh buruk sehingga pengurus daerah di daerah2 tidak diberikan kesempatan secara optimal karena hanya mengikuti intruksi dan kebijakan di pusat.
Reformasi dan restrukturisasi PSSI adalah harga mati dan tidak bisa ditawar2 lagi, gagalnya pembinaan merupakan efek dari tidak optimalnya kinerja organisasi di bawah kepemimpinan Nurdin Halid, gagalnya menciptakan sistem kompetisi yang profesional merupakan dampak dari tidak becusnya para pengurus melaksanakan roda kompetisi, sudah saatnya PSSI merubah diri menjadi organisasi milik rakyat Indonesia bukan organisasi milik pribadi2 atau politisi2 yang mencari uang, kesempatan bagi para pengurus2 daerah PSSI di daerah sebagai pemilik suara dalam kongres PSSI yang akan diselenggarakan tahun 2011 untuk menentukan siapa yang benar2 layak menjadi ketua umum PSSI untuk merubah PSSI ke arah yang lebih baik atau tidak.








