Pro dan kontra organisasi olahraga sepakbola Indonesia yaitu PSSI
hingga kini masih terus terjadi, berbagai upaya untuk mewujudkan
kesepakatan bersama sudah dilakukan berbagai pihak termasuk FIFA danAFC
sebagai organisasi dimana PSSI berafiliasi sebagai organisasi sepakbola. Namun ditengah polemik dan kisruh organisasi PSSI yang tetap berlangsung, dua organisasi yang sedang "ceker-cekeran" yaitu PSSI dengan ketua umumnya Djohar Arifin dan KPSI dengan ketua umumnya La Nyala Mataliti bersaing untuk mengirimkan wakil di ajang piala AFF. Apabila PSSI mengirimkan wakil ke piala AFF dengan bermaterikan sebagian besar pemain-pemain dari kompetisi resmi PSSI
yaitu IPL (Indonesia Prima Liga) dengan pelatih asal klub Semen Padang
Nil Maizar, maka KPSI akan mengirimkan para pemain-pemainnya yang berasal dari kompetisi ISL
(Indonesia Super Liga) dengan pelatih Afred Riedl dari Austria. Namun akhirnya, FIFA dan AFC sebagai tempat organisasi dimana PSSI berafiliasi menetapkan bahwa PSSI dengan ketua umum Djohar Arifin lah yang resmi dan syah untuk mewakili Indonesia di piala AFF 2012..
Dan layaknya pro dan kontra tentang keikutsertaan tim sepakbola Indonesia di piala AFF, pasti ada pendukung atau massa dari kedua belah pihak yang berprediksi sejauhmana kegagalan dan keberhasilan langkah timnas Indonesia di piala AFF tersebut.
Prediksi pertama berkembang dan datang dari orang-orang yang kontra dengan PSSI adalah bahwa kesebelasan Indonesia yang saat ini bertanding di piala AFF tidak akan berhasil menjadi juara atau setidaknya lolos ke final seperti piala AFF tahun 2010 di Jakarta bahkan untuk lolos dari penyisihan grup pun diprediksi tidak akan mampu, prediksi tersebut didasarkan pada alasan bahwa materi pemain yang dianggap kelas 2 (dua) dan sebagian besar berasal kompetisi Indonesia Prima Liga atau IPL dan alasan pelatih yang dianggap kurang berkualitas. Orang-orang yang kontra dengan PSSI ini adalah pro ISL (Liga Super Indonesia) dan pelatih Alfred Riedl, seorang pelatih berkebangsaan Austria yang dianggap mampu meloloskan Indonesia ke final piala AFF 2010. Dan keyakinan prediksi tersebut sudah terlihat di pertandingan perdana dengan ditahan imbang 2-2 oleh kesebelasan negara Laos, sebuah negara yang dalam selama ini sering dikalahkan.
Kemudian prediksi kedua datang dari orang-orang yang pro PSSI bahwa kesebelasan Indonesia yang saat ini bertanding di piala AFF akan berhasil menjadi juara dan lolos dari penyisihan grup, asumsi prediksi tersebut didasarkan pada alasan materi pemain yang
dianggap berkualitas, mempunyai semangat tinggi, pantang menyerah dan nasionalis. Kekalahan dalam pertandingan perdana
dengan ditahan imbang 2-2 oleh kesebelasan negara Laos bukanlah parameter mutlak karena kekuatan sepakbola negara-negara di benua Asia Tenggara sudah semakin merata sehingga tidak ada lagi yang dominan. Orang-orang pro PSSI saat ini adalah orang-orang yang mempunyai persepsi sudah tidak ada tempat lagi bagi para pengurus PSSI lama untuk berkuasa kembali, mempunyai pendapat bahwa kompetisi ISL adalah kompetisi yang penuh dengan intrik-intrik kepentingan kelompok. sehingga orang-orang pro PSSI adalah orang-orang reformis yang mendukung langkah dan kebijakan pengurus PSSI Djohar Arifin untuk diberikan kesempatan dan membenahi PSSI.
Prediksi ketiga datang dari pencinta tim nasional Indonesia, tidak peduli dengan kisruh PSSI, tidak peduli siapa pengurus PSSI dan tidak peduli apapun kepentingan yang melingkupi organisasi PSSI sehingga sampai saat ini PSSI tetap masih kisruh. Orang-orang ini adalah pencinta tim nasional Indonesia sejati, persoalan menang dan kalah adalah urusan belakangan, mereka mendukung timnas Indonesia karena para pemain yang berjuang membela negara seayaknya diberikan dukungan, mereka mendukung karena faktanya ada warna merah putih di kostum kebanggan tim nasional Indonesia, mereka mendukung karena nyatanya ada lambang garuda di dada para pemain. Harapan untuk memberikan dukungan disertai doa untuk menjadi juara adalah hal yang selalu diimpikan dan dirindukan pencinta timnas Indonesia saat ini.
Mari kita lupakan kisruh PSSI dan KPSI karena dua jam lagi atau tepatnya pukul 17.00 WIB tim nasional Indonesia akan
bertanding melawan kesebelasan Singapura dalam lanjutan piala AFF 2012 , setelah dalam pertandingan perdana timnas ditahan imbang negara Laos, maka saatnya bagi tim nasional Indonesia memperoleh kemenangan untuk membuka peluang lolos dari penyisihan grup. Kemenangan pada sore hari ini adalah harga mati, tidak bisa tidak semangat para pemain harus semakin dikobarkan, sikap pantang menyerah harus ditegakkan, merah putih dan garuda di dada harus menjadi simbol kebangkitan bahwa ada jutaan rakyat Indonesia yang tetap setia memberi dukungan.
Rasa kebangsaan sejatinya tidak memberikan ruang bagi kepentingan kelompok atau organisasi, rasa kebangsaan harus diberikan kebebasan seluas-luasnya demi dan atas nama bangsa dan negara, sepakbola Indonesia adalah milik bangsa, milik masyarakat Indonesia dan bukan milik kelompok tertentu. Bangku-bangku di Stadion Bukit Jalil yang akan dipenuhi para supporter Indonesia yang sebagian besar Tenaga kerja Indonesia di Malaysia akan menjadi saksi kiprah tim garuda sore ini, kiprah kemenangan bagi bangsa dan kiprah harga diri para TKI sebagai bangsa yang besar bernama INDONESIA!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar